Kebiasaan orang kencing berdiri akan mudah lemah bathin, karena
sisa-sisa air dalam pundit-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan
kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek dan
kendur. Berbeda dengan buang air jongkok, dalam keadaan bertinggung
tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan buah zakar. Ini
memudahkan air kencing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menekan
pangkal buah zakar sambil berdehem-dehem. Dengan cara ini, air kencing
akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot
zakar terpelihara.
Rasakanlah, ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ia
berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu. Kenyataan membuktikan
bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur
zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis
terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/mengeras seperti
batu karang.
Jika anda biasa meneliti sisa air kencing yang tak
dibersihkan dalam kamar mandi, anda bayangkan betapa keras
kerak-keraknya. Bagaimana jika itu ada di kantong kemaluan Anda?? Hal
ini juga merupakan salah satu yang menyebabkan penyakit lemah syahwat
pada pria selain dari penyebab kencing batu.
Demikian hikmahnya
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang kencing berdiri. Dan
bagi muslim yang shalat, kadang setelah keluar dari WC dan mau shalat,
ketika ruku' dalam shalat kita merasa ada sesuatu yang keluar dari
kemaluan, itu adalah sisa air kencing yang tidak habis terpencar akibat
dari kencing berdiri yang tidak tuntas keluar, hal ini menyebabkan
shalat tidak sah karena salah satu sarat sahnya shalat adalah bersih dan
suci dari najis baik hadats kecil maupun hadats besar, dan air kencing
merupakan najis. Sehingga Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasalam sering
mengingatkan dalam sabdanya: "Hati-hatilah dalam masalah kencing karena
kebanyakan siksa kubur dikarenakan tidak berhati-hati dalam kencing".
Maka
ada baiknya kita belajar adab-adab dan sunnah-sunnah di kamar mandi
(WC) berikut agar kita banyak mendapatkan manfaat baik di dunia
(kesehatan) maupun di akhirat (agama) yang telah diajarkan Rasulullah
Shalallahu 'Alaihi Wasalam:
1. Buang air jongkok (tidak berdiri
jika tidak terpaksa/darurat), agar kotoran bisa keluar tuntas sehingga
tidak menjadi penyebab kencing batu maupun lemah syahwat
2. Menggunakan alas kaki
Menurut
penelitian di Amerika di dalam kamar mandi/WC ada sejenis virus dengan
type Americanus yang masuk lewat telapak kaki orang yang ada di WC
tersebut. Dengan proses waktu yang panjang virus tersebut naik ke atas
tubuh dan ke kepala merusak jaringan otak yang menyebabkna otak lemah
tak mampu lagi mengingat, blank semua memori otak sehingga pikun. Sandal
hendaknya diletakkan di luar WC, jangan di dalam WC, karena semakin
kotor, lembab dan tak mengenai sasaran kebesihan.
3. Masuk kamar mandi/WC dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan
Inilah
sunnah yang diperintahkan oleh Nabi, dan juga disunnahkan untuk membaca
doa sebelum masuk kamar mandi (doa dibaca di luar kamar mandi) dan
setelah keluar dari kamar mandi. Berbeda jika kita masuk masjid dan
rumah, masuk masjid atau rumah dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki
kiri.
4. Beristinja’ dengan air dan dengan tangan kiri
Beristinja’
(bersuci dan membersihkan kotoran) dengan air, bukan dengan tissue atau
lainnya kecuali jika tidak ditemukan air ketika dihutan, padang pasir
dsb. Boleh gunakan tissue tapi harus dibilas lagi dengan air setelahnya.
Syarat kebersihan dan kesucian dari najis menurut syariat adalah hilang
warna, hilang bau, dan hilang rasa dari najis tersebut. Beristinja’
juga disunnahkan dengan tangan kiri, inilah pembagian tugas dari tangan,
bagaimana tangan kiri untuk urusan ‘belakang’ sedangkan untuk makan
& minum disunnahkan dengan tangan kanan, jangan dicampuradukkaan,
tangan yang untuk urusan belakang itu juga untuk makan. Dan Nabi
melarang makan & minum dengan tangan kiri.
5. Jangan merancang/merencanakan sesuatu di WC
Nabi
sangat melarang merencanakan atau membuat suatu rencana/ide/inspirasi
di dalam WC, karena WC adalah markaznya syetan sebagaimana doa kita
ketika hendak masuk WC: “Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal
khabaits”, Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan
laki-laki maupun perempuan”. Karena dikhawatirkan rencana/ide/inspirasi
yang didapat berasal dari bisikan syetan yang kelihatannya baik tapi
setelah dijalankan ternyata banyak mudharat/keburukannya. Begitu juga
setelah keluar WC, baca istighfar dan doa keluar WC. Secara adab dan
budaya pun sangat tidak baik, masa sambil buang kotoran mencari
ide/inspirasi atau merencanakan sesuatu yang baik apalagi sesuatu itu
menyangkut hajat hidup orang banyak. Disunnahkan juga untuk menyegerakan
keluar WC apabila hajat sudah selesai, bukan malah bernyanyi-nyanyi
apalagi sambil baca buku atau Koran.
6. Ketika buang air dilarang
menghadap atau membelakangi qiblat, apabila lubang WC menghadap qiblat
hendaknnya ketika buang air badan agak diserongkan sedikit
Jangan menyepelekan sesuatu yang dianggap kecil, padahal
besar pengaruhnya terhadap kehidupan kita. Mari berbagi dan saling mencerahkan.
Happy Blogging;


0 komentar:
Posting Komentar